RASA YANG TERPENDAM Di SMAN Malang ada seseorang gadis yang bernama Nela, Nela merupakan gadis sangat pendiam. Ia sangat tekun dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, ia tak pernah membantah dengan apa yang di katakan oleh gurunya. Dan pada suatu hari Nela bertabrakan dengan seseorang lelaki yaitu Dira orang yang ia sukai sejak lama. Karena lelaki tersebut tidak sengaja menabrak Nela, ia pun mengajak berkenalan. Dira : “ Hai maaf aku tidak sengaja.” Nela : “Ia tidak apa-apa.” ( terbengong) Dira : “Aku Dira anak kelas X1 IPA 1.” Nela : “Oh,, ya aku Nela kelas X1 IPA 2.” Dira : “sekali lagi aku minta maaf, aku tadi terburu-buru karena takut telat.”(merasa bersalah).” Nela : “(hanya tersenyum).” Dira : “ya udah aku duluan ya,,,” Nela : “oh ya sudah…”(gugup) Tidak mau berlama-lama Nela pun ikut masuk kelas. Di dalam kelas Nela pun belajar seperti yang dilakukannya setiap hari. Nela memang siswa yang sangat cerdas, setiap pertanyaan yang diberikan ia bisa menjawabnya dengan benar. Dan lama waktu berselang bel pulang pun berbunyi, teman-teman Nela pun ikut berhamburan untuk pulang. Di depan sekolah, teman Nela berkumpul sambil menunggu jemputan, sedangkan Nela langsung pulang dengan berjalan kaki karena rumah Nela dekat dengan sekolahnya. Diperjalanan pulang ia melihat Dira sedang berduaan dengan seorang gadis, ia pun merasa kesal. Saat Dira melihat Nela ia pun menyapa,” hai Nela hati-hati yaa…!!” Nela hanya menoleh saja tanpa berkata apa-apa. Keesokan harinya mereka pun bertemu lagi, Dira pun menyapa lagi terlebih dahulu dan bertanya “ hei Nela kenapa kau hanya cemberut?”. Nela pun menjawab, “ tidak apa-apa, aku hanya kesal dengan seseorang saja”. Dira pun berkata”ohh begitu, ya sudah.” (merasa tidak peduli). Mereka pun langsung masuk ke kelas masing-masing tanpa ada basa-basi lagi. Pada saat bel istirahat Nela hanya berdiam diri di kelas tanpa melakukan aktifitas apapun, sambil terfikir kejadian kemarin. Karena lama terdiam, ia tak sadar bahwa bel masuk kelas telah berbunyi. Seluruh teman Nela masuk kelas, pada saat itulah ia mulai tersadar bahwa bel telah berbunyi dan menandakan pelajaran akan dimulai. Waktu pun berlalu begitu cepat sehingga tak terasa bel pulang telah berbunyi. Seperti biasa Nela pulang dengan berjalan kaki. Ditengah perjalanan, ia bertemu denagan Dira dan kekasihnya lagi. Namun kali ini Dira menawarkan Nela untuk diantarkan pulang. Dira : “Nela aku anter pulang yuk?” Nela :”Nggak usah makasi,, ntar pacar kamu marah lagi?” Dira :” nggak ko’, dia pasti ngerti karena kamu Cuma temen aj gk lebih..!!” Nela :”oh,,ya sudah…!!”(ucapnya sinis) Sampai di depan rumah Nela, Dira pun langsung berpamitan. Tidak lupa Nela mengucapkan terima kasih kepada Dira. Nela pun masuk ke kamarnya, sempat terfikir lagi oleh Nela perkataan yang di ucapkan Dira tadi. Ia sangat merasa sedih, kecewa dan berkata kepada dirinya,”betapa bodohnya aku suka dengan orang yang tidak mencintai aku”. Nela pun memutuskan untuk tidak mengharapkan Dira lagi dan akan memendamnya sendiri. Pada akhirnya Nela pun menjalani hidupnya seperti biasa dengan ceria dan bersemangat untuk belajar tanpa memikirkan tentang pacar. THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar